Jumat, 29 Juli 2011

Belajar Memahami Diri Sendiri

Apa artinya Cerdas Memahami Diri Sendiri? Untuk memahaminya, pertama-tama jawablah beberapa pertanyaan berikut : 

*Apakah kamu lebih suka bekerja sendiri dibanding bekerja kelompok?
*Apakah kamu suka menetapkan serta meraih sasaran-sasaran pribadimu?
*Apakah kamu menjunjung tinggi hal-hal yang kamu percayai (yakini), meskipun tidak populer?
*Apakah kamu tidak terlalu mengkhawatirkan apa kata orang?
*Apakah kamu mengetahui bagaimana perasaanmu dan mengapa demikian?
*Apakah kamu suka meluangkan waktu merenungkan hal-hal yang kamu anggap penting?
*Apakah kamu menyadari di bidang apa kamu memiliki kelebihan dan kekurangan?
*Apakah kamu senang membuat catatan harian atau menulis jurnal?
*Apakah kamu suka menuliskan ide-idemu, kenangan, perasaan, atau sejarah pribadimu?
*Apakah kamu sadar akan siapa kamu?
*Apakah kamu memikirkan tentang masa depanmu dan ingin menjadi apa kamu suatu hari nanti? 

Nah, kalau kamu menjawab ya untuk pertanyaan mana pun di atas, kamu baru saja mengidentifikasi beberapa indikator bahwa kamu seorang yang cerdas memahami diri sendiri. Selamat! Congratulation! Itu adalah awal atau gerbang untuk membangun dirimu. Mengapa demikian.. Let’s talk about it..

Kalau kamu cerdas memahami diri sendiri, kamu mengenal dirimu sendiri. Kamu tahu benar siapa kamu dan apa yang mampu kamu lakukan. Kamu sadar akan perasaan-perasaanmu, dan kamu memahami dirimu lebih dari siapapun. Kamu dapat menetapkan sasaran-sasaran pribadimu, merenungkannya, dan belajar dari pengalamanmu di masa lalu. Kamu memahami kekuatan-kekuatan serta kelemahanmu, dan dapat memahami serta menerima berbagai perasaan yang muncul dalam dirimu setiap harinya.

Orang yang cerdas memahami diri sendiri, mengenal baik dirinya. Mereka lebih dapat membuat pilihan-pilihan yang cerdas dalam kehidupan mereka. Mereka mungkin tidak akan terlalu terpengaruh oleh tekanan sesama, karena mereka tidak terlalu peduli apa kata orang tentang mereka dan tidak mau melakukan hal-hal yang menghalangi mereka dalam meraih sasaran-sasaran mereka.

Berikut adalah contoh mereka yang menggunakan kecerdasan memahami diri sendiri,

Sahabat terbaik Jane sangat ingin mengikutin kegiatan drama musical di sekolah. Tetapi ia tidak mau melakukannya sendirian dan memohon Jane untuk ikut juga. Toh, Jane mempunyai suara yang indah. Tetapi Jane tidak mau, karena ia tahu bahwa ia terlalu gugup kalau bernyanyi di depan orang banyak; lagipula, ia ingin menggunakan waktu sepulang sekolah untuk meningkatkan permainan sepak bolanya. Jane tahu apa yang terbaik baginya dan tidak tunduk pada tekanan dari luar dirinya. Tetapi ia mengatakan bahwa ia akan dengan senang hati menonton latihan temannya itu dan memberikan semangat.

Teman-teman John sedang mengganggu seorang anak di arena bermain karena anak tersebut tidak terlalu pandai dan agak pemalu. Teman-teman John itu kemudian mengolok John juga karena ia tidak mau ikut mengganggui anak itu. John malah mulai membela anak itu karena ia anggap perbuatan teman-temannya itu tidak benar. Walaupun ia tahu teman-temannya mungkin tidak mau berteman dengannya lagi, John tetap memutuskan untuk melakukan apa yang ia anggap benar.

Jadi, bagaimana Jane dan John menunjukkan kecerdasannya memahami diri sendiri? Jane menyadari kekuatannya (sepak bola dan suara yang indah), kelemahannya (ketakutannya tampil di depan banyak orang), dan sasarannya (hasrat untuk meningkatkan permainan sepak bolanya). Ia menolak tekanan pihak luar untuk melakukan apa yang dirasanya tidak pas untuknya. John membela apa yang ia yakini meskipun itu membuatnya dijauhi teman-temannya.

Bisa dikatakan, Kecerdasan Memahami Diri Sendiri adalah persoalan pengenalan diri. Percaya atau tidak…, mengenal diri sendiri itu lebih penting dari kecerdasan apapun? Kenyataannya memang demikian, cerdas memahami diri sendiri adalah kunci. Kalau kamu mengenal siapa dirimu dan masa depan seperti apa yang kamu inginkan, kamu akan lebih dapat melaksanakan hal-hal yang telah kamu tetapkan. Satu lagi, kalau kamu cerdas memahami diri sendiri, kamu akan lebih mudah membangun intelijensi-intelijensimu yang lain.

Apakah manfaat Kecerdasan Memahami Diri Sendiri untukmu?
  1. Kamu bisa menggunakannya untuk belajar dari kesalahan atau dari suksesmu di masa lalu, sehingga kamu bisa memanfaatkan intelijensimu yang lainnya dengan sebaik-baiknya.
  2. Kamu bisa menetapkan sasaran-sasaran masa depanmu.
  3. Kamu bisa memahami perasaan-perasaanmu dan mengekspresikannya dengan cara-cara yang sehat. 

Cara Membaca Karakter Seseorang

Postingan kali ini akan membahas tentang cara membaca karakter seseorang, menebak apa yang sedang dia pikirkan, menebak apa yang sedang membuatnya bermasalah, menebak masa lalunya, menebak apakah dia tulus atau tidak ketika sedang melakukan sesuatu, ilmu ini bukan ilmu paranormal yang menggunakan indra keenam, ilmu ini adalah ilmu tentang perilaku manusia, sebuah respon non verbal yang mengkomunikasikan sebuah pesan khusus dan tugas kita adalah membaca pesan tersebut sehingga menjadi sebuah informasi yang menarik tentang pribadi seseorang.

Pertama : anda harus mengumpulkan beberapa data dan fakta terkait dengan orang yang bersangkutan, mengapa harus mengumpulkan fakta dan data? karena ilmu membaca perilaku bukan sebuah ilmu siluman tetapi ilmu logis, kita bisa menarik kesimpulan dari sebuah kejadian saat ini berdasarkan kumpulan kejadian di masa lalu, karena ilmu ini adalah ilmu analisa perilaku maka bekal dasar yang harus diperkuat adalah psikologi perkembangan, ilmu perilaku manusia dll.

Kedua : Tentukan orang yang akan anda tebak karakternya, lihat urutan dalam kelahirannya. Seorang anak bungsu memiliki sifat dan karakteristik manja, egois, mudah ngambek dengan stimulus rendah, cenderung tergantung dengan orang lain, anak sulung cenderung mandiri karena ketika dia memiliki adik secara psikologis dia sudah mengalami sibling rivalry atau persaingan dengan saudara kandung, bahkan mereka sudah sangat mapan menerima kasih sayang yang tidak berlebih seperti ketika mereka belum memiliki adik. Anak tengah memiliki karakteristik lebih stabil, mereka siap dikalahkan oleh kakaknya dan mengalah untuk adiknya.

Ketiga : Amati ekpresi wajah dan beberapa perubahan non verbal yang muncul dalam interaksi, seseorang yang menyembunyikan masalah cenderung lambat menerima atau menangkap sebuah pesan, bahkan ketika mereka mengatakan bahwa mereka "tidak apa - apa" sebenarnya mereka menyembunyikan masalah yang mereka miliki, mulut mereka bisa berbohong tetapi respon non verbal mereka menunjukkan sebuah informasi yang berbeda antara apa yang ada di hati dan pikiran mereka dengan apa yang mereka ucapkan, amati kecepatan perubahan ekspresi wajah mereka, amati kecemasan atau perubahan non verbal mereka ketika berbicara, jika mereka berbohong maka mereka menghindari kontak mata.

Keempat : Baca bahasa tubuh atau body language, bahasa - bahasa verbal negatif yang mungkin muncul, tatapan mata, bahkan beberapa kode dengan jari yang menunjukkan ketidaktertarikan maupun ketidakberminatan. Ketika seseorang tidak tertarik untuk berkomunikasi maka mereka akan melakukan sebuah respon non verbal dari mengalihkan pandangan, menundukkan kepala, menatap ke tempat lain, menguap, respon non verbal gelisah dll.

Kelima : Masa lalu seseorang dapat terbaca dari apa yang dia lakukan atau dia tunjukkan saat ini, seorang anak yang dibesarkan dengan kasih sayang yang penuh, jauh dari kekerasan maka mereka akan cenderung menghindari kekerasan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara otoriter maupun cara dominasi orang tua menjadi orang yang takut melakukan segala sesuatu, takut memulai sesuatu, takut melakukan kesalahan, seorang anak yang dibesarkan dengan cara permisif cenderung bertingkah laku arogan dan sewenang - wenang karena mereka tidak pernah mendapatkan teguran terhadap apa yang mereka lakukan, jika mereka menjadi pemimpin maka mereka akan memimpin dengan tangan besi, memimpin dengan sekehendak hati dan tidak memperdulikan perasaan orang lain.

Keenam : Perilaku manusia mampu terbaca dari keluhan - keluhan yang dia sampaikan lewat ucapan secara tidak sengaja maupun tidak sadar, seseorang mengeluh sesuatu karena hal tersebut yang mengganggu pikirannya, dengan mendengarkan keluhan seseorang maka kita akan mampu membaca apa yang sedang terjadi dengan seseorang, apa yang akan dia lakukan dll, dengan membaca karakter orang maka kita bisa menurunkan angka kejadian bunuh diri bahkan deteksi dini gangguan jiwa. Semoga akan ada pakar perilaku manusia yang mengeluarkan teori cara membaca karakter seseorang.

Belajar Mengendalikan Emosi

Emosi yang tak terkendali hanya akan merugikan diri sendiri. Selain menyebabkan energi Anda terkuras habis, Anda akan dicap tidak kuat mental dan tidak dewasa. Makanya, jika Anda digelayuti berbagai masalah, cobalah jangan hanyut dalam emosi, kendalikan diri. Lebih baik Anda coba tenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam. Dan berpikirlah lebih rileks! Emang nggak mudah sih, tapi kalau pandai mengelola dan mengendalikan emosi, Anda akan merasakan manfaatnya loh, apa aja sih..?

Orang-orang yang terlatih mengendalikan emosi umumnya tidak pernah panik dalam menghadapi situasi apapun. Hal ini tentu cukup mempengaruhi kualitas kerja Anda. Orang-orang yang mampu mengendalikan emosi, umumnya bisa menjaga kualitas kerjanya dengan baik pula. Sebaliknya, jika Anda bekerja dalam keadaan emosi yang tidak stabil, membuka peluang besar untuk melakukan kesalahan fatal. Emosi yang terkendali dengan baik, dapat meningkatkan rasa pede Anda. Dengan emosi yang terjaga, Anda lebih mudah melakukan tugas apapun dengan lebih baik.

Dengan demikian Anda yakin apapun yang akan Anda hadapi dapat Anda selesaikan semaksimal mungkin. Hal ini secara otomatis akan menambah rasa percaya diri Anda. Dan tentu saja hal ini sangat diperlukan dalam dunia kerja bukan? Perlu Anda ketahui, emosi yang berlebihan akan menguras nyaris seluruh energi Anda, lebih dari kegiatan fisik yang Anda lakukan. Karena emosi umumnya membuat pikiran Anda meledak-ledak dan tanpa disadari membuat gerakan Anda sulit terkendali. Nah emosi yang terkendali lebih menghemat energi Anda. Sehingga Anda tidak mudah lelah dan selalu siap dengan aktivitas sehari-hari. Hal yang sangat menguntungkan, jika Anda pandai mengelola dan mengendalikan emosi, Anda akan lebih sehat baik fisik maupun mental.

Coba aja lihat, orang-orang yang sering dilanda emosi banyak dihinggapi penyakit. Selain penyakit mental seperti stres dan depresi, mereka juga dijangkiti penyakit fisik yang cukup berat seperti hipertensi, alergi, maag, migrain, dll. Nah kalau Anda terlatih mengendalikan emosi, stres dan segala macam penyakit ini akan menjauh dari kehidupan Anda. Pikiran dan fisik Anda pun lebih sehat. Lagipula kesehatan sangat penting untuk membangun karir bukan? Dengan segala keuntungan mengendalikan emosi, otomatis akan melancarkan segala aktivitas anda. Baik aktivitas pribadi maupun karir. So, mulai sekarang coba deh belajar mengendalikan emosi..! .